TK Masyithoh Dukuh Imogiri Bantul merupakan sekolah yang berusaha menanamkan keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia sejak dini kepada siswanya. Memberi bekal kepada anak agar memiliki aqidah yang lurus serta tujuan hidup yang jelas dan benar, mencitai Alquran sehingga menjadi bacaan dan pedoman hidup sehari-hari dan memiliki keterampilan di bidang Iptek.
Mandiri mempunyai makna yang sangat luas. Tetapi, disini saya mengartikan mandiri adalah sebuah kemampuan untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan dirinya sendiri. Kemandirian anak usia dini lebih ditekankan pada seberapa besar kemampuan seorang anak melayani dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Seperti berdiri sendiri ketika jatuh, mengambil mainan sendiri,atau minum sendiri. Untuk melatih kemandirian anak, kita harus memberikan kepercayaan penuh kepada anak untuk melakukan sesuatu.Biarkan ia mengalami sedikit kesulitan dengan apa yang ia lakukan . Misalnya ketika ia berjalan dan jatuh. Beri ia semangat untuk berdiri lagi. Bukan memberikan ungkapan rasa kasihan yang berlebihan. Ketika anak mencoba berbuat sesuatu dan kurang hati-hati. Jangan cela dan bantu ia menemukan solusi. Misalnya Ia mengambil minum sendiri tapi tumpah, "Adi, tidak mengapa air tumpah. Tapi "Coba sekarang letakkan gelas dan Adi ambil lap untuk mengempel. nanti Bunda bantu. Berikan kebebasan kepada anak untuk mencoba hal-hal baru. Mari bersama kita tumbuh kembangkan kemandirian anak usia dini dengan kepercayaan dari kita sebagai orang tua. Bimbing mereka dengan doa, kepercayaan dan rasa sabar. (Liez_10)
Prestasi yang ditorehkan TK Masyitoh Dukuhbisa dikatakan mengagumkan. Pada perlombaan antar TK Masyitoh tingkat provinsi, TK Masyitoh Dukuh berhasil meraih juara III dan berhak maju dalam perlombaan tingkat provinsi karena peraih juara I dan II memutuskan untuk tidak ambil bagian dalam lomba. Dalam perlombaan tingkat provinsi tersebut, TK Masyitoh Dukuh berhasil duduk di penginkat V. Tahun 2003, TK Masyitoh Dukuh meraih juara I lomba administrasi antar TK Masyitoh se Kabupaten Bantul. Para pengajar di TK Masyitoh Dukuh pun juga mampu menoreh prestasi, di antaranya Siti Nurrohmah S.Ag yang meraih juara II Guru Berdedikasi dalam Porseni TK Masyitoh tingkat Kabupaten Bantul. Selain itu, Ibu Darinem, S. Pd juga masuk ke dalam nominasi Kepala Sekolah Berprestasi tahun 2009. Prestasi-prestasi tersebut diraih TK Masyitoh Dukuh dengan kerja keras. Para guru tidak hanya menempa para siswa, namun juga harus bisa menempa diri sendiri. Alhasil, berbagai pembinaan pun dilakukan terhadap para guru, misalnya pembinaan tiap Sabtu pukul 11.00-13.00. Selain itu, para guru juga diberi keleluasaan agar bisa mengembangkah potensi, seperti dengan mengikuti berbagai lomba, workshop dan seminar yang dibiayai oleh sekolah.
TK Masyithoh Dukuh Imogiri berdiri sejak 18 Agustus 1981 dan berada di atas tanah seluas 337 m2 ini pada awal berdirinya belum memiliki gedung tetap. Proses belajar mengajar dilakukan di rumah-rumah penduduk sekitar yang dilakukan secara berpindah-pindah. Kemudian pada tahun 1988, TK Masyitoh Dukuh mendapat wakaf tanah dari tiga keluarga, yakni M. Jamin (alm), Sukir Tukijan, dan Darmowiyono. Tahun 1991, berdiri satu ruang kelas yang disekat dengan kantor. Lalu tahun 1997, TK Masyithoh Dukuh dapat menambah ruangan menjadi dua raung kelas dan satu kantor. Seiring bertambahnya waktu, TK Masyitoh pun terus menambah kapasitas ruangannya. Tahun 2002-2004, bertambah menjadi tiga kelas, 2005-2006 menjadi empat kelas, 2007-2008 menjadi lima kelas. “Sejak tahun 2008 lalu, kami sudah menambah menjadi enam kelas, dengan rincian kelas A sebanyak tiga kelas dan kelas B juga tiga kelas dengan jumlah siswa sebanyak 165 orang. Peresmiannya dilakukan langsung oleh Bupati Bantul H Idham Samawi, pada 29 Maret 2008. Fasilitas yang dimiliki pun beragam, mulai dari UKS, perpustakaan dan mushola. Selain itu, untuk makin memudahkan proses belajar mengajar dan meningkatkan kesejahteraaan siswa dan guru, TK Masyitoh Dukuh pun menjalin kerjasama dengan Puskesmas Imogiri I, Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) serta kolam rengan Cipto Roso.
Sadarkah Anda bahwa kita orang tua secara konstan menghypnosis anak kita? Ambil saja kasus nyata yang terjadi dengan Anton yang merupakan anak di rumah tetangga ini.
Pada suatu hari Anton sedang bermain dengan adiknya dan tiba-tiba saja si adik menangis dengan keras karena mainannya direbut. Anton tidak mau mengalah dan malahan mengejek adiknya. Ibunya melihat hal itu terjadi dan dengan serta merta berteriak dengan suara nyaring nan merdu, “Ayooo..., truskan...ya ganggu adikmu terus. Nanti Mama hukum kamu kalau terus ganggu adikmu. Kan adikmu masih kecil kamu yang lebih tua ngalah dong?”
Anton terdiam kebingungan, dalam hatinya ia berkata, “lho tadi katanya disuruh terus, lha kok kalau saya teruskan malah dihukum dan kapan adik akan jadi lebih tua daripada kakak ya?”
Anton mempunyai pikiran seperti itu karena telah sering mendengar ucapan ibunya yang seperti tadi. Setiap kali ia dan adiknya berebut mainan selalu saja adiknya akan menangis untuk menarik perhatian ibunya. Dan anehnya ibunya selalu mengatakan hal yang sama seperti di atas kepadanya.
Sejak saat itu Anto selalu mencari makna atas perkataan orangtuanya. Ia sering bingung sendiri, tanpa disadari tenttunya, apakah yang sebenarnya dimaksudkan oleh orang dewasa di sekitarnya. Jika ia sendirian seringkali memorinya memunculkan perkataan-perkataan orangtuanya dan orang dewasa di sekitarnya yang membuat ia bingung.
Tanpa disadari ia tumbuh dengan sikap penuh keraguan dan susah mengambil keputusan dalam waktu cepat. Ia menjadi tidak berani memutuskan sesuatu dan lambat laun inisiatifnya untuk memulai sesuatu semakin menurun. Cepat atau lambat kita bisa meramalkan apa yang akan terjadi pada diri anak yang sering harus mencari makna atas setiap tindakan atau perlakuan dari orang di sekitarnya. Mereka akan tumbuh dengan sikap penuh keraguan dalam bertindak, takut dikritik, perfeksionis, tidak berani mengambil keputusan besar, kurang berinisiatif dan tergantung pada orang lain.
Atau mungkin anda pernah mendapati seoran anak yang ulangannya jelek dan kemudian mamanya berkata dengan kecewa, “Aduh kamu ini, kemarin kan sudah belajar dan katamu kamu mengerti, lah kok sekarang dapatnya cuma segini? Aduh kamu ini, harus diapakan sih? Mama dulu ya tidak pernah dapat nilai sejelek ini lho! Mama selalu dapat nilai bagu!”
Dan papa si anak yang mendengarkan juga omelan istrinya agak sedikit tersinggung dan mengatakan “Heh, Mama menyindir papa ya! Mau mencari kambing hitam ya? Apa maksudnya Mama mengatakan nilai Mama selalu bagus apa nyindir Papa? Catat ya nilai Papa dulu juga selalu bagus bahkan selalu masuk dalam 10 besar di kelas!”
Dan............ bingunglah si anak. Dalam pikiran bawah sadarnya muncul suara kecilyang mengatakan, “Mama nilainya selalu bagus, Papa juga selalu bagis bahkan masuk dalam 10 besar di kelas? Kalau begitu kenapa aku jadi bodoh begini ya? Aku ini anak siapa sih sebenarnya? Kok gara-gara nilaiku mereka jadi bertengkar sendiri sih? Apa salahku?” Dan beribu-ribu pertanyaan lain yang akan muncul di benak si anak.
Sampai di sini anda mungkin berpikir, “Wah susah sekali menjadi orangtua. Kok ini salah dan itu salah ya. Saya dulu juga diperlakukan seperti itu oleh orang tua saya. Tapi kok ya.... tidak apa-apa tuh? Sekarang hidup saya juga sukses?”
Oh yaaaa......... Pernahkan anda merenung dan menggali dalam diri anda apakah ada konflik-konflik kecil yang timbul yang anda abaikan saja karena tidak tahu jawabannya. Dan anda mengabaikan karena anda melihat sepintas tidak ada pengaruh besar bagi kehidupan anda. Sesekali saja muncul tapiiii.... ya tidak perlu diungkit lagi ah.
Anda benar. Anda bisa sukses dengan apa yang orangtua anda telah lakukan pada anda. Dan tahukah anda seandainya orangtua kita melakukan sesuatu yang lebih positif lagi dari apa yang telah dilakukannya maka kita bisa jadi lebih sukses daripada sekarang. Bukankah setiap akibat merupakan hasil dari suatu sebab. Dan jika sebabnya berbeda maka akibatnya berbeda juga, betul kan?
Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan dan lakukan kepada anak-anak kita. Jika perkataan dan perbuatan itu sering diulang maka pikiran bawah sadar anak akan menangkapnya dan menyimpannya sebagai fakta kebenaran. Apapun faktanya, positif ataupun negatif, akan dianggap sebagai kebenaran dan diwujudkan dalam realita fisik si anak. Itulah yang disebut hypnosis. Kita sadari atau tidak, kita telah menghypnosis anak-anak dengan perkataan dan perbuatan kita. Kita telah menghypnosis anak-anak kita dengan lakon sehari-hari yang kita pentaskan sebagai drama kehidupan di depan mata mereka.
Jadi apa yang harus kita lakukan? Berikut ini adalah beberapa tips agar anak-anak tumbuh dengan baik :
Katakan apa yang ada inginkan terjadi, jangan membuat anak mencari-cari sendiri makna dari ucapan atau tindakan anda. Jangan terlalu suka memelototi anak dan berharap mereka akan mengerti apa maksud anda, mereka akan mencari makna dan akhirnya tumbuh dengan sikap penuh keraguan dan takut berbuat salah. Jika anda ingin dia menghentikan tindakannya langsung katakan, “Sudah cukup. Hentikan sekarang. Sebenarnya apa yang kamu inginkan?”
Akui dan hargailah perasaan mereka. “Kamu lagi jengkel ya, sedih ya, atau kecewa? Kamu jengkel karena..................... (mainanmu direbut oleh adik ya, atau Mama/ Papa membentak kamu ya, atau apapun penyebabnya). Yaa...... Mama/Papa mengerti dan bisa merasakan hal itu. Mama/Papa sendiri juga akan jengkel atau marah jika diperlakukan seperti itu. Menurut kamu apa yang bisa dilakukan agar perasaan jengkelmu hilang? Apa kamu mau minum dulu? Atau melakukan........
Bersikaplah konsisten. Tindakan dan ucapan kita harus selaras. Selain itu kita sebagai pasangan juga harus konsisten dan sepakat dengan berbagai aturan. Jangan sampai kita mengijinkan hal tertentu tetapi pasangan kita mengijinkannya atau sebaliknya. Jika hal itu sering terjadi maka si anak juga akan mencari sendiri kebenaran makna dari ucapan atau tindakan itu.
Semoga anda mengerti bahwa kita orangtua senantiasa menghypnosis anak kita, pastikan kita menghypnosis mereka dengan hal-hal yang benar.